Home > Tajwid > Ilmu ilmu yang kian di lupakan umat

Ilmu ilmu yang kian di lupakan umat

Ratusan tahun telah berlalu dari sepeninggalnya Nabi Kita, namun nafas Islami masih kita rasakan hingga saat ini. Ribuan orang masih senang berbondong-bondong pergi ke surau-surau ataupun halaqah-halaqah dzikir. Ayat Al-Quran masih sering bergema di belahan-belahan dunia. Bahkan dizaman digital ini orang tidak usah beranjak dari tempat duduknya bila ia ingin belajar agama. Namun dibalik itu semua ada tiga keilmuan Islam yang kian lama orang kian melupakannnya. Ilmu itu adalah ilmu tajwid, ilmu Nahwu dan ilmu sharaf.

  1. Ilmu Tajwid

Banyak orang membaca Al-Quran tapi cuma sekedar baca tanpa memperhatikan apakah bacaannya itu benar ataukah tidak. Tidak peduli apakah ia tepat pengucapan hurufnya, tepat mengenai shifatnya ataupun tepat hokum-hukkumnya. Sering sekali saya melihat imam yang memimpin jamaah sholat yang bacaannya dalam keilmuan saya itu kurang bahkan bisa menyebabkan bathalnya bacaan yang akhirnya membatalkan sholat kita. Kita selalu mengangap enteng keilmuan tajwid ini, padahal ketika kita sholat salah dalam pembacaan Al-quran maka hal tersebut bisa menyebabkan sholat kita bathal. Dalam Kitab Al-Adzkar Annawawiyyah ada kalimat yang mengatakan bahwa jangankan kita salah mengucapkan suatu kata mengucapkan huruf dho saja yang merupakan makhroj tersulit diantara huruf-huruf yang lainnya bila ia menggatinya dengan dzo atau da maka bisa menyebabkan sholatnya itu bathal. Bila orang yang membacanya itu tidak belajar tajwid terlebih dahulu. Oleh karena itu para ulama menyimpulkan bahwa hokum mendalami ilmu tajwid itu FARDHU KIFAAYAH sedangkan hukum MENGAMALKANNYA adalah FARDHU ‘AIN.

  1. Ilmu Nahwu

Ilmu ini di susun oleh Abu Aswad Ad-dauli atas perintah Amirul Mukminin Sayyidinaa ‘Ali Karramallaahu Wajhah. Banyak orang yang dengan lantang memberikan penjelasan tentang suatu ayat dengan pandangannya sendiri padahal ia hanya memperolehnya dari terjemahan dan bahkan ia tidak memahami tentang ilmu nahwu yang merupakan salah satu ilmu untuk mempelajari pema’naan dalam bahasa arab. Orang zaman sekarang banyak yang bilang buat apa mempelajari ilmu nahwu sudah banyak kok terjemahan-terjemahan yang gampang dan tinggal kita baca. Padahal kalau kita berkaca kepada pendapat para Ulama, mereka mengatakan seperti hal nya ilmu tajwid, bagi orang yang hanya ingin membaca Al-Quran ataupun hadist maka hukumnya adalah FARDHU KIFAAYAH sedangkan bagi orang yang ingin memperdalam makna Al-Quran dan Hadist maka hukumnya adalah FARDHU ‘AIN. Kita pastinya lebih senang mempelajari grammer-nya bahasa Inggris dibandingkan dengan ilmu nahwunya Bahasa Arab.

  1. Ilmu Sharaf

Seperti halnya ilmu Nahwu ilmu sharaf-pun merupakan cabang keilmuan dalam islam yang bertujuan untuk pembentukan kata dan memudahkan dalam pemahanan akan Al-Quran dan Hadist. Para ulama sering berkata bahwa Ilmu Nahwu adalah ibunya ilmu dan Sharaf adalah bapaknya ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa mempelajari kedua ilmu tersebut akan membukakan keilmuan-keilmuan lain yang ada pada agama Islam ini.

Sebagai kesimpulan saya selaku orang yang prihatin melihat keadaan umat ini mengajak kepada seluruh Umat Islam dimana pun Anda berada untuk merenung, keilmuan islam manakah yang kita lupakan sehingga menjadikan kita jauh dari Islam itu sendiri

Categories: Tajwid Tags: , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: